Namanya Iman. Seorang yang taat beribadah, tetapi sangat miskin. Setiap hari dia berdoa kepada Allah agar diberi rizki yang banyak, tapi doanya belum dikabulkan juga. Dalam keputus asaan berdoa, dia terfikir, mungkin sebaiknya dia tulis surat saja kepada Tuhan agar doanya mendapat perhatian. Lalu diambilnya secarik kertas dan menulis suratnya. Isinya: Kepada Yth Tuhan di Langit. Bersama ini saya mohon KepadaMu agar saya hambamu yang miskin ini dapat Engkau berikan uang 200 ribu saja. Uang itu saya mau gunakan untuk membeli mesin jahit agar saya dapat menghasilkan uang untuk menghidupi keluarga saya. Terimalah permohonan saya ini Tuhan. Amin.
Surat itu dimasukkan amplop, dituliskan alamat penerima dan alamat pengirim, lalu dimasukkan ke kotak pos. Sesampai di kantor pos, surat itu dianggap aneh oleh Kepala Kantor Pos, lalu surat itu dikirimkan saja ke Kapolres dengan maksud kalau surat itu isinya menghina tuhan agar bisa diproses secara hukum.
Kapolres yang membaca surat itu, ternyata sangat terharu. Dan memutuskan untuk membalas surat itu disertai uang 100 ribu rupiah.
Iman yang menerima jawaban surat itu sangat gembira, tapi mendapati uang yang dimintanya hanya seratus ribu rupiah saja. Lalu dia memutuskan untuk mengirim surat lagi kepada Tuhan. Isinya, Terimakasih Tuhan, Engkau telah menjawab suratku dan mengirimi aku uang. Tapi lain kali, kalau mengirim uang pada saya jangan melalui Kapolres lagi, sebab kirimannya dipotong 100 ribu. Wassalam.
Tampilkan postingan dengan label Cito Rang Gadang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cito Rang Gadang. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 Januari 2012
Cito Tantang Wakil Rakyat
Di sebuah Sekolah Dasar sedang diterapkan sebuah mata pelajaran baru, yaitu PMWR alias Pelajaran Mengenal Wakil Rakyat. Kemudian si Guru memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan pada murid-muridnya.
Guru : "Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Bupati, Bu!!!"
Guru : "Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Gubernur, Bu!!"
Guru : "Presiden dan Wakil Presien, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Presiden, Bu!!"
Guru : "Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Seharusnya sih Rakyat, Bu!!"
Guru : "Kok, pakai seharusnya?"
Murid: "Karena sekarang malah terbalik Bu guru."
Guru : "Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana?"
Murid: "Yang pasti mereka suka warna abu-abu."
Guru : "Betul, terus apalagi?"
Murid: "Suka konspirasi politik"
Guru : "Demi apa?"
Murid: "Kepentingan, Bu!!"
Guru : "Tepat sekali, sering muncul dimana mereka?"
Murid: "Di televisi, Bu!"
Guru : "Karena apa?"
Murid: "Karena skandal dan kasus, Bu!!"
Guru : "Aduh, anak murid Ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi?"
Murid: "Pasti sering mendadak tajir, Bu!!"
Guru : "Darimana, kok bisa gitu?"
Murid: "Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak ya dapat hibah gono-gini gak jelas."
Murid: "Dari yang pengin diuntungkan."
Guru : "Terus kan Wakil Rakyat sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali?"
Murid: "Setiap hari, Bu!!"
Guru : "Kok bisa, alasannya?"
Murid: "Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat."
Guru : "Biasanya yang dibahas apa?"
Murid: "Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan."
Guru : "Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya?"
Murid: "Ya, semestinya Rakyat dong, Bu!!"
Guru : "Kenapa semestinya?"
Murid: "Karena aneh, Bu!"
Guru : "Aneh kenapa?"
Murid: "Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu! Sedangkan Wakilnya malah asik impor beras. Nimbun juga bisa kali, Bu."
Guru : "Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya."
Murid: "Iya dong Bu, kan sudah jadi bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu."
Guru : "Sudah banyak yang tahu mengapa asik ongkang-ongkang kaki di Parlemen?"
dari siko
Guru : "Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Bupati, Bu!!!"
Guru : "Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Gubernur, Bu!!"
Guru : "Presiden dan Wakil Presien, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Presiden, Bu!!"
Guru : "Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Seharusnya sih Rakyat, Bu!!"
Guru : "Kok, pakai seharusnya?"
Murid: "Karena sekarang malah terbalik Bu guru."
Guru : "Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana?"
Murid: "Yang pasti mereka suka warna abu-abu."
Guru : "Betul, terus apalagi?"
Murid: "Suka konspirasi politik"
Guru : "Demi apa?"
Murid: "Kepentingan, Bu!!"
Guru : "Tepat sekali, sering muncul dimana mereka?"
Murid: "Di televisi, Bu!"
Guru : "Karena apa?"
Murid: "Karena skandal dan kasus, Bu!!"
Guru : "Aduh, anak murid Ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi?"
Murid: "Pasti sering mendadak tajir, Bu!!"
Guru : "Darimana, kok bisa gitu?"
Murid: "Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak ya dapat hibah gono-gini gak jelas."
Murid: "Dari yang pengin diuntungkan."
Guru : "Terus kan Wakil Rakyat sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali?"
Murid: "Setiap hari, Bu!!"
Guru : "Kok bisa, alasannya?"
Murid: "Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat."
Guru : "Biasanya yang dibahas apa?"
Murid: "Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan."
Guru : "Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya?"
Murid: "Ya, semestinya Rakyat dong, Bu!!"
Guru : "Kenapa semestinya?"
Murid: "Karena aneh, Bu!"
Guru : "Aneh kenapa?"
Murid: "Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu! Sedangkan Wakilnya malah asik impor beras. Nimbun juga bisa kali, Bu."
Guru : "Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya."
Murid: "Iya dong Bu, kan sudah jadi bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu."
Guru : "Sudah banyak yang tahu mengapa asik ongkang-ongkang kaki di Parlemen?"
dari siko
Laki Bini di HaPe
Nama di HP setelah menikah :
Nama Istri di HP Suami (hasil survey majalah PRIA).
Baru menikah: MY LOVELY WIFE
1 thn menikah: MY WIFE
5 thn menikah: HOME
10 thn menikah: KANTOR PUSAT
15 thn menikah: PROVOST
20 thn menikah: MABES POLRI
25 thn menikah: WRONG NUMBER
30 thn menikah: WONG EDAN
35 thn menikah: MAK LAMPIR
(Lalu para istripun memberikan serangan balasan)
Nama Suami di HP Istri (hasil sidak anggota Arisan)
Baru menikah: MY ONE & ONLY MAN
1 thn menikah: MY HUBBY
5 thn menikah: PAPANYA ANAK²
10 thn menikah: HOME SWEET HOME
15 thn menikah: MY PERSONAL LOAN
20 thn menikah: EMERGENCY NUMBER
25 thn menikah: SATPAM RUMAH
30 thn menikah: CELENGAN
35 thn menikah: DONALD DUCK
Komen gak komen tetap terima kasih
Nama Istri di HP Suami (hasil survey majalah PRIA).
Baru menikah: MY LOVELY WIFE
1 thn menikah: MY WIFE
5 thn menikah: HOME
10 thn menikah: KANTOR PUSAT
15 thn menikah: PROVOST
20 thn menikah: MABES POLRI
25 thn menikah: WRONG NUMBER
30 thn menikah: WONG EDAN
35 thn menikah: MAK LAMPIR
(Lalu para istripun memberikan serangan balasan)
Nama Suami di HP Istri (hasil sidak anggota Arisan)
Baru menikah: MY ONE & ONLY MAN
1 thn menikah: MY HUBBY
5 thn menikah: PAPANYA ANAK²
10 thn menikah: HOME SWEET HOME
15 thn menikah: MY PERSONAL LOAN
20 thn menikah: EMERGENCY NUMBER
25 thn menikah: SATPAM RUMAH
30 thn menikah: CELENGAN
35 thn menikah: DONALD DUCK
Komen gak komen tetap terima kasih
Ucok Sok Mantap
Si Ucok dapet panggilan kerja di perusahaan asing, setelah melewati serangkaian test maka dia dinyatakan layak untuk ikut interview ...
Berikut petikan wawancara si Ucoklendir :
Interviewer : Siapa nama anda?
Ucoklendir : Ucoklendir lae!
Interviewer : Anda dapat berbahasa Inggris dengan baik?
Ucoklendir : Bisa lae! (dengan sigapnya)
Interview : Tell me about You and Your family in English!
Ucoklendir (dengan yakinnya) : I don’t have family in English Lae!
Interview : *&*^*^*^&&*&&
dari siko
Berikut petikan wawancara si Ucoklendir :
Interviewer : Siapa nama anda?
Ucoklendir : Ucoklendir lae!
Interviewer : Anda dapat berbahasa Inggris dengan baik?
Ucoklendir : Bisa lae! (dengan sigapnya)
Interview : Tell me about You and Your family in English!
Ucoklendir (dengan yakinnya) : I don’t have family in English Lae!
Interview : *&*^*^*^&&*&&
dari siko
Langganan:
Postingan (Atom)